Katalog Produk

Rotary Agitator for TCLP
Harganego
Jumlah Pesanan:
Cara PembayaranTransfer Bank (T/T)
Kemas & Pengirimanpacking
Negara AsalIndonesia

Keterangan

PENDAHULUAN
Pembangunan di bidang industri di satu pihak akan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kesejahteraan hidup rakyat, dan di lain pihak industri itu juga menghasilkan limbah. Diantara limbah yang dihasilkan oleh kegiatan industri tersebut dapat berupa limbah bahan berbahaya dan beracun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Limbah B3.
Untuk melakukan indentifikasi limbah sebagai limbah B3 diperlukan uji karakteristik dan uji toksikologi atas limbah tersebut. Pengujian ini meliputi karateristik limbah atas sifat-sifat : mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, bersifat korosif, dan dapat menyebabkan infeksi. Sedangkan uji toksikologi digunakan untuk mengetahui nilai akut dan atau kronik limbah.
Guna mengetahui suatu limbah industri beracun, perlu dilakukan uji TCLP ( Toxicity Characteristic Leaching Procedure) yang merupakan uji pelindian dan digunakan selain sebagai penentuan salah satu sifat berbahaya ( beracun) suatu limbah juga dapat diterapkan dalam mengevaluasi produk pretreatment limbah sebelum di landfill ( di timbun dalam tanah) yaitu dalam proses stabilisasi/ solidifikasi ( S/ S) .
Dalam kaitannya dengan baku mutu yang akan diterapkan, maka uji TCLP ini merupakan pendekatan dalam upaya pengendalian terhadap pembuangan limbah berbahaya. Adapun sasaran uji TCLP ini adalah membatasi adanya lindi ( leaching) berbahaya yang dihasilkan dari penimbunan ( landfilling) setelah limbah di stabilisasi/ solidifikasii
Untuk melakukan uji perlindian ( TCLP) terhadap limbah beracun memerlukan alat Rotary Agitator yaitu suatu alat yang berputar secara rotasi end-over-end dengan kecepatan putaran 30 ± 2 rpm selama 18 ± 2 jam.
Adapun cara pengujian pelindian ( leachate) limbah beracun ini adalah :
a. Sample padat imbah B3 tanpa fasa cair, diayak terlebih dahulu dengan partikel yang lolos dari ayakan 0, 9 cm
b. Ke dalam masing-masing botol pengekstrak yang berkapasitas lebih dari 1000 mL, masukkan contoh limbah padat B3 masing-masing sebanyak 50 gram. Selanjutnya tambahkan larutan asam asetat ( pH 5) sebanyak 1000 mL. Perbandingan berat limbah padat B3 dengan larutan asam asetat yaitu 1 : 20
c. Kocok larutan yang telah berisi limbah B3 ini pada alat Rotary Agitator dengan kecepatan putaran 30 ± 2 rpm selama 18 ± 2 jam.
d. Saring larutan hasil pengocokan ( leachate) tersebut dengan kertas saring khusus untuk TCLP yaitu whatman GF/ F ( porositas 0, 7 mm)
e. Hasil ekstraksi ini kemudian dianalisis menggunakan baik spektrofotometer serapan atom nyala ( AAS Flame) maupun AAS-Flameless terutama untuk menentukan konsentrasi logam-logam berat seperti perak ( Ag) , barium ( Ba) , boron ( B) , kadmium ( Cd) krom ( Cr) , tembaga ( Cu) , timah hitam ( Pb) , seng ( Zn) , arsen ( As) , selenium ( Se) dan merkuri ( Hg) yang ada dalam limbah padat beracun tersebut.
Setelah dianalisis, bila kandungan logam-logam berat dari hasil leachate ( lindi) tersebut lebih rendah dari baku mutu TCLP yang dikeluarkan oleh pemerintah, maka limbah padat tersebut dikatakan tidak berbahaya/ beracun sehingga ia dapat di landfill setelah dilakukan proses stabilisasi dan solidifikasi terlebih dahulu.

KOMPONEN PERALATAN
Peralatan Rotary Agitator ini secara keseluruhan terdiri dari :
a. Extraction Bottle : tempat terjadinya leachate ( lindi) limbah B3 oleh larutan pengekstrak ( asam asetat dengan pH 5) . Botol pengekstrak ini berjumlah 6 ( enam) botol sesuai dengan kapasitas alat Rotary Agitator yang dapat mengekstrak 6 contoh limbah B3 sekaligus.
b. Time Adjustor : waktu yang diperlukan untuk mengatur lamanya pelindian ( leachate) yang diperlukan yaitu selama 18 ± 2 jam.
c.

d. Timer Display : berbeda dengan produk buatan luar negeri, alat Rotary Agitator produk Pusat Penelitian Kimia LIPI ( P2Kimia-LIPI) dilengkapi penunjuk lamanya proses pelindian ( leachate) yang telah berlangsung ( jam) . Hal ini disebabkan tenaga listraik dari PLN sering mati tanpa pemberitahuan, sehingga dengan adanya Timer Display ini kita dapat mengetahui telah berpa lama proses pelindian ( leachate) telah berlangsung. Dengan demikian kita hanya menambah sisa waktu dari total waktu 18 jam proses pelindian ( leachate) tersebut.
e. Tachometer: alat pengatur kecepatan putaran Rotary Agitator yang diharapkan yaitu 30 ± 2 rpm ( round per minute) .
f. Motor : motor yang digunakan untuk memutar extraction bottle yang ada pada extraction bottle tray, dimana kecepataran putarannya dapat diatur dari 30 300 rpm.
g. Extraction Bottle Tray : tempat botol yang akan digunakan dalam proses pelindian yang berkapasitas 6 botol x 1 liter untuk dirotasi secepat 30 ± 2 rpm dan selama 18 ± 2 jam.

SPESIFIKASI PERALATAN
Seluruh komponen di atas dirangkai dalam satu kesatuan yang kompak dan portable dengan rangkaaian yang mudah difahami dan mudah dalam pemakaiannya. Adapun spesifikasi peralatan Rotary Agitator ini adalah :
Spesifikasi :
Chasis perangkat alat ini dari aluminium dengan ketebalan 2 mm dan di cat metalik ( oven) .
Botol pengocok 100 Ml 6 buah
Dimensi chasis : 110 ( L) x 40 ( D) x 50 ( H) cm
Kapasitas Ekstraksi : 6 x 1 liter
Kecepatan Putaran : 30 300 rpm
Konsumsi Listrik : 150 watt
Voltage : 220 V/ 50/ 60 Hz.
Berat Keseluruhan : 35 kg.
Perlengkapan Tambahan ( included)
6 buah botol hard glass bertutup berkapasitas 1200 mL, sehingga dapat melakukan proses leachate dari limbah B3 berukuran < 0, 9 cm dan dengan volume larutan pengekstrak 1000 mL
6 buah botol polyethylene berkapasitas 300 mL, sehingga dapat melakukan proses leachate dari limbah B3 berupa serbuk dan dengan volume larutan pengekstrak lebih kuantitatif yaitu < 100 mL
6 unit bottle Holder untuk proses leachate yang menggunakan botol polyethylene.

APLIKASI ROTARY AGITATOR
Dengan adanya peralatan Rotary Agitator ini, maka limbah B3 yang mengandung logam-logam berat dan anion-anion seperti flourida ( F-) , sianida ( CN-) , nitrit ( NO2) , nitrat ( NO3-) dapat ditentukan sebagai mana Baku Mutu TCLP Peraturan Pemerintah RI. No. 85 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun ( B3) .

No. Parameter Analisis Metode Analisis Peralatan
A.
1.
2.
3.
4. Unsur Non-Logam
Sianida ( CN-)
Flourida ( F-)
Nitrit ( NO2-)
Nitrat ( NO3-)
Kolorimetri/ ESI
SPADNS/ ESI
Saltzman
Saltzman
Kolorimeter/ ESI
Kolorime ter/ ESI
Kolorimeter
Kolorimeter
B.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15. Un sur Logam Berat
Arsen ( As)
Barium ( Ba)
Boron ( B)
Cadmium ( Cd)
Chromium ( Cr)
Copper ( Cu)
Laed ( Pb)
Mercury ( Hg)
Selenium ( Se)
Silver ( Ag)
Zinc ( Zn)
AAS Hydride
AAS Flame
AAS Flame
AAS Flame/ GF
AAS Flame/ GF
AAS Flame/ GF
AAS Flame/ GF
AAS Flameless
AAS Hydride
AAS Flame/ GF
AAS Flame/ GF
AAS
AAS
AAS
AAS
AAS
AAS
AAS
AAS
AAS
AAS
AAS
Catatan :
Telah digunakan di : Puslit Kimia LIPI, PT Caltex Pacific Indonesia, Politeknik Sriwijaya, Balai Besar Tekstil, Balai Besar Selulosa, PT. Unilab Perdana, Dinas Perindustrian Tangerang, ITS , PT. Escobar, PUSDIKLAT LEMIGAS CEPU, AKA Bog

menampilkan 2 dari 12